Mahardhika Group – Beta Ver.

Because Great Life comes from Great Dream

Most Popular Language

Posted by themahardhikagroup on August 14, 2009

Do you think english is the most spoken language on earth?
read this list I obtained from Ethnologue :

Most spoken language (the number of speaker is in million people)
1. Chinese 1213 speakers
2. Spanish 329
3. English 328
4. Arabic 221
5. Hindi 182
6. Bengali 181
7. Portuguese 178
8. Russian 144
9. Japanese 122
10. German 90.3
11. Javanese 84.6
16. French 67.8
41. Indonesian 23.2

Though, the speaker of english is still spread in the most country, i.e. 112 country..

for addition, below is the 6 languages used in UNO :
Arabic, Chinese, English, French, Russian and Spanish (intergovernmental meetings and documents); the Secretariat uses two working languages, English and French.

wanna learn one of them?

Posted in Knowledge | Tagged: , | Leave a Comment »

Popular Programming Language

Posted by themahardhikagroup on August 14, 2009

‘Program’ is something that is very familiar to us who always sit in front of computer, whether working, socializing, playing, etc. For some people, to make a program is somewhat very cool than just use it.
Talking about making a program, it’s undeniable that we have to understand about Programming Language. Which one do you use? Which is the most popular?

There are a number of ways to measure the popularity of a programming language, for example, based on the number of:

* New applications written in the language
* Existing applications written in the language
* Developers that use the language primarily
* Developers that use the language ever
* Web searches
* Available jobs that require skills in the language
* Developers’ favorites

The following surveys attempt to rank which programming languages are most popular, each using a different measure:

Tiobe

Tiobe is a popular site for ranking programming languages. Tiobe bases its rankings on world-wide availability of skilled engineers, courses and third party vendors. Rankings are not about the best programming language or the language in which most lines of code have been written. Tiobe uses Google, MSN and Yahoo! search engines to measure the Web “chatter” and hence the popularity of each programming language. The Tiobe top 11 for May 2007 are:

1. Java – 19.1%
2. C – 15.2%
3. C++ – 10.1%
4. PHP – 8.7%
5. Visual Basic – 8.4%
6. Perl – 6.2%
7. Python – 3.8%
8. C# – 3.7%
9. JavaScript – 3.1%
10. Ruby – 2.6%
11. Delphi – 2.1%

Dice.com

A September 2006 eWeek article ranks programming languages based on nationwide queries on Dice.com, a job site for technology professionals. Following are percentage of jobs listed on Dice.com that require skills in each programming language:

1. Java – 35.7%
2. C, C++ – 15.3%
3. C# – 12.7%
4. Perl – 11.9%
5. JavaScript – 10.9%
6. Visual Basic .NET – 5.2%
7. PHP – 2.9%
8. Ajax – 2.7%
9. Python – 2.0%
10. Ruby – 0.7%

Evans Data

Evans Data Corporation conducted a Winter 2006 developer survey that ranks programming languages based on how many developers use that language at least some of the time:

1. Java – 45%
2. C, C++ – 40%
3. C# – 32%
4. Ajax – 28%
5. Visual Basic & VB.NET – 21%

Computerworld

In early 2005, Computerworld conducted a developer survey that measured which programming languages are in use by the developer’s company:

1. C# – 72%
2. Java – 66%
3. Visual Basic – 62%
4. C++ – 54%
5. JavaScript – 50%
6. Unix Shell Scripts – 42%
7. Perl – 34%
8. C – 32%
9. PHP – 16%
10. Python – 8%
11. Delphi – 7%
12. TCL – 6%
13. Ruby – 1%

So, which one is your favourite?

from Most Popular Programming Language, with some adjustment..

Posted in Knowledge | Leave a Comment »

Transfer Daya Maksimum dan Impedansi

Posted by themahardhikagroup on March 9, 2009

TRANSFER DAYA MAKSIMUM
Dalam suatu rangkaian dimana terdapat sumber tegangan dan beban sebagai berikut:
default2
Dengan R1 adalah impedansi / hambatan dalam dari sumber tegangan (bisa berupa amplifier misalnya), dan R2 adalah impedansi beban (misalnya speaker).
Dalam rangkaian tersebut, nilai R1 dan Vt adalah tetap (given). Untuk mencapai disipasi daya yang maksimum pada R2, maka nilai dari R2 harus sama dengan R1, dengan pembuktian analitik sebagai berikut:


Dengan V2 dan I2 sbb:


maka


Untuk mendapatkan P2 maksimum, maka turunan pertama P2 terhadap R2 harus nol, yakni sbb:


Dari persamaan di atas, karena Vt dan R1 tetap, maka persamaan tersebut dapat dipecahkan dengan
R1-R2=0, atau dengan kata lain R2=R1

IMPEDANSI
1. Pada umumnya speaker memiliki Impedansi sekitar 8-12 Ω, sedangkan earphone dan headphone memiliki impedansi bervariasi mulai dari 16 Ω, pada umumnya sekitar 24 – 32 Ω, namun pada jenis headphone khusus ada yang mencapai 300 Ω.

2. Jika 2 Headphone identik diparalel, maka impedansi paralelnya akan menjadi setengah dari impedansi awal
paralel2

Jika P2’ didefinisikan sebagai disipasi daya pada beban setelah diparalel, dan variable lain sama dengan definisi sebelumnya, maka:

Untuk mempermudah perhitungan, yang akan dijabarkan sementara adalah 1/P2’.

Maka

Dapat disimpulkan bahwa meskipun impedansi turun setengah kali dari impedansi awal, namun penurunan dayanya bukan setengah dari daya awal. Penurunannya bergantung pada besarnya tegangan sumber (Vt), hambatan dalam sumber tegangan (R1), serta besarnya impedansi yang diparalel (R2).

Jika 2 headphone identik disusun secara seri, maka impedansinya akan menjadi 2 kali impedansi awal.
seri1

Jika P2’ didefinisikan sebagai disipasi daya pada beban setelah disusun seri, dan variable lain sama dengan definisi sebelumnya, maka:

Untuk mempermudah perhitungan, yang akan dijabarkan sementara adalah 1/P2’.

Maka

Dapat disimpulkan bahwa meskipun impedansi naik dua kali dari impedansi awal, namun peningkatan dayanya bukan dua kali daya awal. Peningkatannya bergantung pada besarnya tegangan sumber (Vt), hambatan dalam sumber tegangan (R1), serta besarnya impedansi yang disusun seri (R2).

Posted in Education | Tagged: | 3 Comments »

Tegangan, Arus, dan Daya Listrik

Posted by themahardhikagroup on February 21, 2009

TEGANGAN LISTRIK

Ketika suatu benda berada pada suatu titik di permukaan bumi, ia akan memiliki energi potensial yang besarnya relatif terhadap acuan permukaan bumi. Energi tersebut akan menyebabkan benda tersebut ‘jatuh’ menuju bumi, dimana ‘tujuan’ benda tersebut adalah titik dimana energi potensial gravitasi lebih rendah dari pada titik semula.

Analogi ini dapat digunakan untuk meninjau energi potensial listrik. Suatu muatan q yang berada pada suatu titik dalam sebuah medan listrik akan memiliki energi potensial tertentu yang besarnya relatif terhadap acuan. Muatan tersebut akan bergerak menuju titik dnegan energi potensial yang lebih rendah.

Potensial listrik didefinisikan sebagai energi potensial listrik per satuan muatan yang disimbolkan dengan V (dari Voltage). Jika titik muatan q memiliki energi potensial listrik sebesar EPa pada titik a, potensial listrik Va pada titik ini adalah

Va=EPa/q

Pada ilmu fisika, nilai mutlak suatu energi potensial tidak dapat diukur secara fisik, yang dapat diukur adalah selisih potensial atau beda potensial, antara 2 titik.

Ketika suatu muatan q berpindah dari titik a ke titik b akibat perbedaan energi potensial listrik, yang terjadi adalah gaya listrik melakukan kerja terhadap muatan tersebut. Selisih energi potensial EPa-EPb sama dengan negatif dari kerja Wba. Maka beda potensial / beda tegangan yang ada antara titik a dan b adalah

Vab=Vb-Va=Wba/q

Satuan SI untuk potensial listrik / beda potensial / voltase / tegangan listrik adalah joule/coulomb (J/c) dan diberi nama khusus volt (V), yang diambil dari nama Allesandro Volta yang menemukan baterai listrik.

ARUS LISTRIK

Ketika sebuah rangkain listrik tertutup terbentuk, muatan listrik dapat mengalir melalui rangkaian dari terminal positif (potensial tinggi) ke terminal negatif (potensial rendah). Aliran muatan ini disebut sebagai arus listrik. Arus listrik pada suatu titik pada rangkaian didefinisikan sebagai sebagai banyaknya muatan yang melewati titik tersebut per satuan waktu. Simbol untuk arus listrik adalah I yang diambil dari kata l’intensité / intensity /intensitas, dan sesuai definisi, arus rata-rata I didefinisikan sebagai

I=ΔQ/Δt

Dengan ΔQ adalah banyaknya muatan yang mengalir pada selang waktu Δt.

Satuan SI untuk arus adalah coulomb per detik dan diberi nama khusus Ampere untuk menghormati André-Marie Ampère seorang fisikawan perancis yang menemukan elektromagnet.

HUBUNGAN ANTARA TEGANGAN LISTRIK DAN ARUS LISTRIK

Untuk menghasilkan arus listrik pada sebuah rangkaian dibutuhkan tegangan listrik. Georg Simon Ohm menemukan bahwa besarnya tegangan yang terjadi sebanding dengan besarnya arus, dan dipengaruhi oleh besarnya ‘hambatan’ pada jalur yang dilalui oleh muatan listrik. Hambatan tersebut terjadi akibat adanya interaksi elektron dan atom-atom dalam rangkaian yang dilewati (misalnya kawat), dan jika hambatan ini makin besar, arus akan mengecil. Lalu didefinisikan rumus

V=IR

dengan R adalah besarnya hambatan. Rumusan ini dikenal dengan hukum Ohm.

DAYA LISTRIK

Untuk dapat digunakan, energi listrik harus diubah menjadi bentuk energi yang lain seperti energi panas, gerak, atau cahaya. Besarnya energi yang dirubah tersebut sama dengan besarnya muatan listrik dikalikan dengan besarnya beda potensial yang dilaluinya. Daya listrik, disimbolkan dengan P didefinisikan sebagai besarnya energi listrik yang berubah per detik.

P=QV/t

Dengan menggunakan definisi arus, tegangan dan hukum Ohm, daya juga dapat dirumuskan sbb:

P=IV

P=I2R

P=V2/R

Satuan SI untuk daya listrik adalah Joule/detik atau Watt.

Daya listrik berguna untuk mendefinisikan energi listrik yang dibutuhkan suatu alat listrik untuk dapat berfungsi.

Posted in Education | Tagged: | Leave a Comment »

Kesetrum?? (Tugas EL2246)

Posted by themahardhikagroup on February 15, 2009

Listrik bisa mengalir ketika terjadi perbedaan potensial listrik dalam sebuah jalur aliran listrik, dimana listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. ‘Kesetrum’ terjadi ketika listrik mengalir melalui tubuh manusia, yang disebabkan oleh terjadinya perbedaan potensial di tubuh manusia.

‘Bumi’, dalam dunia kelistrikan digunakan sebagai tempat ‘membuang’ listrik (“grounding”) karena bumi memiliki potensial yang negative, sehingga listrik akan mengalir ke bumi. Ketika manusia menyentuh aliran listrik (akibat kerusakan / kelalaian), dan tubuh manusia tersebut terhubung ke bumi, listrik akan berusaha mengalir melalui tubuhnya, menuju ke bumi, atau bisa juga ke benda lain yang tersentuh yang memiliki potensial lebih rendah dari sumber setruman.

Kesetrum bisa menjadi berbahaya karena aliran listrik merupakan bentuk energi yang besar. Mulai dari kejutan ringan pada tubuh, kontraksi otot, luka bakar, hingga kematian dapat terjadi akibat kesetrum. Kesetrum pada tahap tertentu bisa menggumpalkan aliran darah, merusak saraf pada titik kontak listrik (listrik masuk dan keluar), juga kontraksi otot yang bahkan bisa menimbulkan kerusakan sendi / tulang.
Yang membuat listrik berbahaya adalah besarnya arus yang mengalir (jumlah muatan electron yang mengalir per satuan waktu). Ini bergantung pada besarnya voltase / perbedaan potensial listrik yang terjadi, juga resistensi / nilai hambat tubuh manusia itu sendiri. Listrik pada voltase yang sama dapat menjadi aman bagi seseorang namun berbahaya bagi orang lain. Perbedaan resistensi tubuh manusia terjadi terutama karena kondisi tubuh manusia itu sendiri. Pada dasarnya tubuh manusia juga merupakan konduktor listrik dikarenakan sebagaian besar tubuh manusia terdiri dari air, namun sebaliknya, kulit manusia memiliki sifat resistif yang cukup besar, apalagi pada saat kondisi kering.
Saat tubuh berada dalam kondisi kering dan menggunakan alas kaki, bisa memiliki resistansi sekitar 100KOhm. Namun ketika dalam keadaan berkeringat dan bertelanjang kaki, sifat resistif tersebut menurun drastis menjadi 100Ohm. Sebagai gambaran, listrik rumah 220 volt, pada hambatan 100KOhm akan menimbulkan arus sebesar 2.2mA, masih di bawah ambang batas berbahaya, namun 220 volt pada hambatan 1000Ohm menimbulkan arus 2.2 A yang sudah bersifat mematikan.

Selain besarnya arus, lamanya aliran listrik terjadi dan di bagian tubuh mana setruman terjadi, ikut berpengaruh pada tingkat bahaya kesetrum tsb. Kesetrum menjadi berbahaya, karena biasanya mengalir dari tangan ke kaki (yang menyentuh bumi), atau dari tangan satu ke tangan yang lain, dimana jalur tersebut melalui jantung,
Menurut Nave & Nave, (Physics For the Health Sciences, 3rd Ed, W. B. Saunders, 1985 ch 14, ), tingkat bahaya setruman listrik pada tubuh manusia adalah sebagai berikut (untuk setruman selama 1 detik):
1mA – batas ambang bawah dimana setruman listrik akan terasa
5mA – batas atas besarnya arus listrik yang tidak membahayakan
10-20mA – arus yang menimbulkan kontraksi otot terus menerus (tidak dapat dikendalikan hingga listrik dilepas), sehingga korban tak mampu melepaskan diri dari sumber setruman
100-300mA – Menimbulkan vibrasi jantung (ventricullar vibrilation), Kondisi ini sudah fatal jika dilanjutkan.
6A – vibrasi jantung terus menerus, kelumpuhan otot-otot pernafasan, dan terbakarnya tubuh.

Listrik AC maupun DC sama-sama bisa menyetrum tubuh manusia. Namun listrik AC pada pada voltase yang sama dengan listrik DC bisa menjadi lebih berbahaya, karena voltase puncak (Root Mean Square) AC lebih besar 1.4 kali dari DC, sehingga arus yang timbul pada resistensi yang sama bisa menjadi lebih tinggi.

Dipta Mahardhika 13406186

Posted in Education | Leave a Comment »

DPTI Grand Assignment

Posted by themahardhikagroup on April 15, 2008

Tugas Besar DPTI dirancang tidak hanya untuk memenuhi kemampuan teknis DPTI, namun juga untuk membantu praktikanuntuk mampu memanage waktu, SDM, skill, dan teknologi yang tersedia. Jika banyak mitos beredar bahwa tugas besar ini memakan waktu sampai harus menginap di rumah teman dan begadang sampai pagi, this just about how you manage it.
Bagilah tugas sesuai kemampuan dan fasilitas yang tersedia, bagilah waktu, gunakan semua resource yang ada dengan optimal.
Semoga tugas besar kali ini bisa sukses.

GudLuck!

Regards
DIPTA MAHARDHIKA
13406186

Posted in Education | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.